2018 BUKAN TAHUNNYA REAL MADRID?
BOLATAIPAN - Hanya sepekan berlalu dari pergantian tahun, kegemilangan Real Madrid yang meraih lima gelar sepanjang 2017 mulai meredup.
Belakangan kata gemilang dan krisis tidak pernah terpisah jauh dari Real Madrid. Los Blancos mengakhiri 2014 dengan empat gelar juara namun enam bulan kemudian Carlo Ancelotti ditendang dari Santiago Beranbeu. 2018 baru dimulai tetapi episode serupa berpotensi terulang.
Pencapaian 2014 baru saja dilampaui dengan koleksi lima gelar juara sepanjang 2017, terkini pasukan Zinedine Zidane mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub di Abu Dhabi. Akan tetapi, sepekan kemudian mereka tersungkur dengan skor telak 3-0 di tangan Barcelona di kandang sendiri, sebuah tamparan keras dalam upaya tim ibu kota Spanyol untuk mempertahankan gelar juara.
Setelah Clasico yang mengecewakan, EL Real tertinggal 14 angka dari Blaugrana dengan satu pertandingan lebih sedikit. Keberhasilan Barca menang atas Levante di Camp Nou, Minggu (7/1) malam berarti El Real tidak boleh terpeleset. Tetapi apa yang terjadi, mereka kembali gagal menang di Balaidos setelah ditahan imbang 2-2 oleh Celta Vigo hingga sekarang tertinggal 16 poin dari puncak klasemen.
Lini belakang El Real kembali jadi sorotan. Tanpa Sergio Ramos yang masih cedera, performa mereka sama sekali tidak mencerminkan pertahanan sebuah tim yang semusim sebelumnya sukses merajai sepakbola Spanyol dan Eropa.
Meski demikian masih ada kabar yang cukup menyegarkan bagi El Real yaitu keberhasilan Gareth Bale mencetak dua gol. Musim ini Bale selalu diganggu oleh cedera namun ketika dinyatakan fit, bintang asal Wales ini mampu gemilang seperti yang diperlihatkannya pada laga di Anoeta dan lawan Borussia Dortmund. Hal serupa tampak lagi dini hari tadi, ketika El Real butuh gol, Bale mengemas brace.
Sayang, gol ini gagal menghadirkan kemenangan hingga tetap menyisakan kekecewaan yang terlihat dari komentar Marcelo setelah pertandingan.
"Kami kecewa dan kami sedang tenggelam," ujarnya.
"Kami berusaha untuk keluar dari kekacauan ini dengan bekerja keras. Kami tidak menyukai situasi sekarang. Kondisinya jadi sulit karena semakin banyak pertandingan berakhir imbang atau kalah, tekanan yang datang semakin kencang."
Zidane sendiri masih bersikeras, kans mempertahankan gelar La Liga untuk Los Merengues masih terbuka. Benarkah demikian? Mungkin saja, tetapi tidak secara realistis. Barcelona sedang menggila belum lagi ditambah kabar pulihnya Ousmane Dembele dan datangnya tenaga baru sarat kualitas pada diri Philippe Coutinho.
Liga Champion selalu seksi di mata Real Madrid dan para pendukungnya dan kompetisi antarklub paling elit di Eropa ini mungkin bisa jadi jalan keluar untuk menyelamatkan musim. Zidane bisa saja mengambil keputusan untuk mengalihkan fokus ke Eropa.


Tidak ada komentar